Jumat, 13 Desember 2013



METODE SEISO PADA FILOFOSI JEPANG



PENDAHULAN
       Tentang 5S – Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke
       Program 5S dipandang sebagai usaha untuk memunculkan masalah yang selama ini tersembunyi  dari para pemecah masalah (problem solver).
       Program 5S pertama kali diperkenalkan di Jepang sebagai suatu gerakan kebulatan tekad untuk mengadakan pemilahan (seiri), penataan (seiton), pembersihan (seiso), penjagaan kondisi yang mantap (seiketsu), dan penyadaran diri akan kebiasaan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik (shitsuke).
       Saat ini, program 5S telah banyak diadopsi oleh berbagai industri di berbagai negara. Popularitas 5S ini tak lepas dari kesuksesan industri Jepang yang selama ini memusatkan  perhatiannya terhadap pengurangan segala  pemborosan (waste).
S E I S O
Seiso adalah langkah ketiga setelah penataan, yaitu: pembersihan barang yang telah ditata dengan rapih agar tidak kotor, termasuk tempat kerja dan lingkungan serta mesin, baik mesin yang breakdown maupun dalam rangka program preventive maintenance (PM).
Sebisa mungkin tempat kerja dibuat bersih dan bersinar seperti ruang pameran agar lingkungan kerja sehat dan nyaman sehingga mencegah motivasi kerja yang turun akibat tempat kerja yang kotor dan berantakan.
PADANAN DI BEBERAPA NEGARA
JEPANG
INDONESIA
INGGRIS
5S
5R
5S
5P
5K
5S
1S
Seiri
Ringkas
Sortir
Sisih
Pemilahan
Ketertiban
Sort
2S
Seiton
Rapi
Susun
Susun
Penataan
Kerapihan
Set in Order
3S
Seiso
Resik
Sapu
Sasap
Pembersihan
Kebersihan
Shine
4S
Seiketsu
Rawat
Standarisasi
Sosoh
Penjagaan
Kelestarian
Standardize
5S
Shitsuke
Rajin
Swa-disiplin
Suluh
Penyadaran
Kedisiplinan
Sustain
Gerakkan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) atau 5R.
Seiri artinya membereskan tempat kerja. Seiton berarti menyimpan dengan teratur. Seiso berarti memelihara tempat kerja supaya tetap bersih. Seiketsu berarti kebersihan pribadi. Seiketsu berarti disiplin, dengan selalu mentaati prosedur ditempat kerja. Di Indonesia 5S diterjemahkan menjadi 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin

Suksesnya 5S terletak pada sejauhmana orang melakukan 5S sebagai suatu kebiasaan (habit) bukan paksaan sehingga inisiatif perbaikan akan muncul dengan sendirinya
5S tidak sulit untuk dipahami, tapi 5S sangat sulit untuk dilaksanakan dengan benar.
5S memerlukan kegigihan, kebulatan tekad, dan memerlukan usaha yang terus menerus. 5S mungkin tidak akan memberikan hasil yang dramatis. Namun 5S membuat pekerjaan lebih mudah.

BERBAGAI APLIKASI PENERAPAN SEISO:
PEMBERSIHAN BARANG YANG TELAH DITATA DENGAN RAPIH AGAR TIDAK KOTOR
Aplikasi ketika di dalam ruang belajar
  1. Rapikan meja kelas
  2. Buang barang-barang yang tidak diperlukan
Aplikasi ketika di atas kapal
  1. Keep clean (jagalah kebersihan)
  2. Merapikan perkakas
Hal ini dilakukan mengingat ruang kerja sangatlah terbatas sehingga harus diefisienkan
  1. Barang yang diperlukan
  2. Barang yang tidak diperlukan
  3. Barang yang tidak sesuai penempatan
Apabila SEISO tidak terpenuhi maka:
  1. Suasana dan kegiatan kerja terganggu
  2. Sulit meningkatkan produktifitas, efisiensi, dan efektifitas kerja
5S akan membuat kita bangga atas pekerjaan kita. 5S akan meningkatkan produktifitas kerja dan mutu yang lebih baik, sedikit demi sidikit, namun terus menerus.


Kesimpulan :
Metode SEISO bertujuan untuk merapikan dan membersihkan, dengan berbagai macam cara yang bisa diaplikasikan diberbagai tempat.




DEMIKIAN PERSENTASI DARI SAYA, MOHON MAAF JIKA ADA UCAPAN YANG TIDAK BERKENAN



--- T E R I M A  K A S I H ---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar